Friday, October 25, 2013

Tanda Tanya

Sudah usai sebelum dimulai, dan sepenuhnya abadi, tanpa diucapkan sama sekali. - Sapardi Djoko Damono.




Bukan koma, apalagi titik. Belum dapat ku akhiri kalimat ini karena beribu tanya masih menggelitik. Detik ini pun aku masih bertanya. Seperti akhir perbincangan kita malam itu, tanyaku berkali dan kau tetap abaikan. Membiarkan dugaku mengganggu dan tanya tentangmu tak pernah padam.

Aku pun juga ikuti arus. Namun arahnya kini tak mempertemukan kita. Kini kau berlayar dengan pesiar pujaanmu. Sementara aku masih dengan sampan tua dan dayung keropos milikku. Tak bertemu. Aku kelu.

Apa yang terlihat terkadang tak seperti yang diharap. Aku paham itu. Maka sedikit harapku aku kikis. Yang baru kembali kurasa aku tepis. Jika maumu aku tak kan menunggu.

Seperti kutipan dan lagu diatas. Aku kini pongah. Jengah. Saat ku kerecutkan pandangan, kedua tangan tak saling bertepuk bertemu.

Tak apa akhiri saja kegamanganmu. Tersenyumlah dengan rona terbaikmu. Jangan lagi kau tutupi dengan sweater abu-abumu. Kini harus aku telan benar-benar kala cinta tak harus memiliki. Meski tak pernah aku sepaham dengan konsep itu.

Tanda tanyaku terjawab meski tanpa kau jelaskan musabab. Dan harus aku akhiri dengan tanda apa semua bait ini?

Sunday, October 6, 2013

Act Like A Gentleman

Biarkan mereka menertawakan tampak luar saya, sementara saya akan tetap fokus memperbaiki diri serta menguatkan prinsip dan karakter. Bila wanita memiliki inner beauty, maka pria juga bisa memiliki ketampanan yang akan terpancar dari dalam dirinya.

Karena ucapan membual tak lagi dibutuhkan, perangai yang akan jadi panutan. Setiap pria dilahirkan punya hasrat tuk melindungi. Meski dengan caranya yang berbeda.

Saya belajar bagaimana menjaga amanah. Memberikan sedikit sentuhan kelembutan. Saya paham betul apa yang di inginkan dan bagaimana harus lakukan. Diam atau bertindak dengan pertimbangan. Saya terus menguatkan prinsip kehidupan sebagai landasan melangkah. Logika dan intusi terselaraskan.

Bila waktunya tiba nanti, waktu saya akan menjadi seorang yang berdiri selangkah didepan wanita yang mempercayakan saya sebagai penuntunnya. Saya ingin menuntunnya ke tempat yang memang benar ingin dituju. Atas nama-Nya. Sederhana. Jika tidak mampu membuatnya tertawa, maka cukuplah untuk membuatnya tidak terluka.

Meski jauh, ketika mereka terus asyik berceloteh cekikikan, saya tentukan apa-apa yang menjadi angan-angan. Tekad dan hati besar untuk wujudkan. Teruslah menyinyir, sementara saya akan tetap menikmati segala prosesnya dan memantaskan diri. Hingga segala yang hakiki tiba.

Sampai pada saatnya, saat saya harus berterima kasih kepada mereka yang telah 'membangun' saya. Saya yang akan jadi jauh lebih baik dari ini.

Friday, October 4, 2013

Aku Merasakannya Kembali

Aku merasakannya kembali

Saat waktu menjadi masa

Dan yang awam menjadi biasa

Aku mengenalinya lagi

Lewat degupan kencang

Dan antara kedua bola mata yang saling menatap

Ia tak pernah dusta

Meski aku pernah mengikisnya

Aku mengungkapkannya lewat tawa

Yang keluar begitu lepas

Dekat meski ada batas

Yang lebih seru lagi

Saat semua masih misteri

Mesti aku mengartikan dan menahan