Saturday, May 18, 2013

'Intuitive' is My Middle Name



Akhir-akhir ini, saya menjadi lebih perasa. Lebih banyak berimajinasi, merefleksikan diri, menggunakan apa-apa yang bersumber dari naluri dan hati sendiri. Berpikir dengan hati. Menggunakan firasat dan fantasi. Serta, bertindak melalui pertimbangan-pertimbangan yang tak mampu terlihat inderawi. Melihat jauh ke depan dengan visi. Bukan halusinasi apalagi ilusi. Saat ke-Introvert-an saya makin menahun semakin berkurang kadarnya, sementara lain halnya dengan sisi Intuition saya  yang justru semakin menjadi.

Kadang otak saya membuat pertanyaan sendiri tentang suatu hal, dan beberapa saat kemudian otak saya sendiri juga yang berpikir menemukan jawabannya. Saya bisa tahu walau tanpa ada yang memberi tahu. Seakan antara hati dan otak terdapat satu tali yang menghubungkan keduanya hingga mampu bekerja secara padu dan simetris. Menangkap tanda-tanda alamiah dengan rasa peka yang akan menjadikannya sebuah jawaban atas sebuah pertanyaan.

Otomatis merasakan apa yang ditunjukkan alam, lalu memikirkannya kemudian mengartikannya.  Menemukan arti dan makna dari apa yang selama ini terjadi. Meski terkadang tidak mengenakkan dan terkadang pula menyiksa hati. Entah ini suatu kelebihan, anugerah atau kebetulan semata, tetapi apapun namanya ini tetap bagai memakan buah simalakama!

Kemampuan intuisi adalah sifat alami manusia, setiap individu mampu memiliki dan pernah mengalaminya, namun hanya tingkatan kemampuannya saja yang berbeda-beda. Intuisi sendiri termasuk kemampuan psikis, sifatnya personal, partikular, kadang tak logis.

Tidak semua masalah dapat dijelaskan secara logis. Meski kadang terasa ironis karena sering terkungkung dalam misteri-misteri belum terjawab yang menggelayut. Menghantui pikiran. Menghantui perasaan. 

Saya percaya, dengan intuisi saya mampu untuk menggerakkan pengalaman-pengalaman, melatih kepekaan dengan melihat apa yang masih menjadi abu-abu, dan alam semesta  akan membawa hasrat yang saya inginkan dan jika waktunya sudah tepat, impian tersebut akan terwujud. Sebut sajalah ini kelebihan, dan saya patut bersyukur akan hal ini.


Cognitio Intuitiva!

Malam Ini

Ada rindu dibalik lembaran buku

Rentetan huruf demi hurufnya mengejakan rasa

Melukis gambaran sekejap khayal

Helaiannya meniup mengacau imajinasi


Malam ini kejam

Desir anginnya menusuk belulang

Memendam tiada melahirkan kata

Yang tertahan di langit-langit tenggorokan


Bintang-bintang merayu

Namun sibuk dengan kisahnya sendiri

Mengabaikan para pejuang hati

Menepi menanti


Sesungguhnya ini misteri

Misteri tentang rasa

Menantang nyali

Untuk meraba hati

Saturday, May 4, 2013

Mencipta perangai berbudi, santun, dan menyeru kebaikan

Agar sebuah nama tetap hidup dan terkenang berlintas zaman

Tentu Tuhan mencipta dan memberi kehidupan pada hambaNya dengan penuh maksud

Dengan skenario dan alur berliku yang akan tetap berujung pada suatu hal..

Keindahan yang kadang manusianya tak mudah sadari

Mengeluh dan merintih terlebih dahulu baru setelah itu percaya

Kadang harus melalui ujiannya terlebih dahulu

Baru setelah itu mampu memetik hikmahnya

Percuma memohon dan balik memohon untuk hidup tanpa mereka

Dan percuma untuk mengharap mereka mengerti dan menerima

Bagaimana kita, kita yang tentukan

Saya hanya ingin menjadi orang baik

Yang menurut saya baik dan menurut mereka baik.