Saturday, July 21, 2012

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan. Alhamdulillah masih bisa ikut ramadhan tahun ini, meskipun di Indonesia ada perbedaan penentuan awal puasa, tapi itu nggak terlalu jadi masalah. Cuma jadi sedikit bingung aja hehe.. tapi gue dan keluarga seperti biasa ikut ketetapan yang dibuat oleh pemerintah, hari sabtu tanggal 21 agustus. Ada sebagian yang sudah mulai berpuasa sehari sebelumnya. Gue sih agak menyayangkan ya tapi cukup dibutuhkan toleransi dan saling menghargai aja untuk hal ini.

Gue selalu kangen suasana bulan ramadhan, khususnya di Indonesia yang mungkin berbeda di negara lain. Mulai dari ziarah sebelum masuk puasa, tarawih, sahur, ngabuburit, dan buka puasanya dengan berbagai menu takjilnya. Apalagi kalo udah mendekati lebaran, ibu-ibu sibuk bikin kue lebaran, pusat perbelanjaan diserbu warga yang ingin belanja baju baru, takbiran, solat ied di mesjid atau lapangan-lapangan, sungkeman, makan makanan menu lebaran (ketupat, opor, semur, rendang, dll), halal bihalal, dan yang paling ditunggu-tunggu salam tempelnya. Semua suasana itu yang bikin kangen dari bulan Ramadhan, selain keutamaan-keutamaannya dari segi agama.


Harapannya sih semoga puasa tahun ini lebih baik dan lebih lancar dari sebelumnya serta puasa dan segala amalan diterima oleh Allah. Selamat menjalankan ibadah puasa :)

Thursday, July 19, 2012

Ini Persepsi Saya

Post kali ini agak sensitif tapi saya sama sekali nggak bermaksud untuk menyinggung atau menyakiti siapapun. Ini penilaian saya tentang wanita, wanita yang sudah mengambil keputusan untuk menutupi auratnya. Saya seringkali bertemu dengan wanita yang menggunakan hijab (terutama dikampus), jujur saya menilai lebih untuk wanita yang berhijab dibandingkan dengan yang tidak. Terlihat lebih cantik, anggun, dan sopan. Tetapi, apa jadinya jika kecantikan yang dapat terlihat itu tidak dibarengi dengan kecantikan batiniah atau yang biasa disebut dengan inner beauty? Kecantikan yang mereka punya dirusak oleh perbuatan yang tidak sesuai yang seharusnya tidak mereka lakukan.

It's OK kalo misalnya mereka cuma pakai kerudungnya untuk ke tempat-tempat keramaian dan melepasnya saat sudah dirumah. Tapi yang saya permasalahkan adalah sikap si individunya, berkerudung tapi nggak bisa jaga omongannya, berkerudung tapi suka gosip atau gibah, berkerudung tapi ngerokok, apalagi kalo berkerudung tapi nggak bisa jaga diri dan auratnya. Inti dari berhijab untuk wanita kan untuk menutupi auratnya, tapi ada yang rela tubuhnya dibelai, dijamah, dipeluk atau dirangkul dan bahkan lebih hanya karena alasan mereka melakukannya dengan pacarnya, orang yang mereka sayang. Tapi, tetep aja orang itu bukan muhrimnya. Yang paling memprihatinkan, kalo hijabnya itu ibarat jadi 'topeng' yang ia pakai. Menelanjangi dirinya sendiri dengan kemunafikan yang ia perlihatkan. Sok berdakwah untuk orang lain tapi tidak terlebih dulu untuk dirinya sendiri. Penilaian saya yang tadinya plus menjadi minus bahkan turun drastis buat mereka yang seperti itu.

Mungkin keputusan untuk berhijab bukan keputusan yang mudah bagi wanita, nggak heran kalo ada wanita yang beralasan belum siap, takut nggak bisa menahan godaan atau lebih baik menjilbabi hatinya terlebih dahulu baru tubuhnya. Bagaimanapun, menurut agama, menutup aurat itu adalah kewajiban untuk wanita maupun pria sejak lahir. Banyak yang berdalih menunggu kesiapan atau hidayah jika ingin berjilbab, tapi jika hanya menunggu seperti itu harus sampai kapan? aurat tidak ditutupi, perilaku juga tidak diperbaiki ya sama saja, malah yang seperti ini jelas lebih merugikan dirinya. Ada juga yang secara mendadak memutuskan karena mendapat mimpi.

Membingungkan memang untuk menilai dan memilihnya, yang mana yang benar dan yang keliru. Wanita yang berkerudung tapi prilakunya tidak santun atau mereka yang prilakunya santun tapi tidak berkerudung. Wallahualam... Tapi yang terpenting menurut saya adalah memilih wanita yang berprilaku dan berhati baik itu prioritas. Sekali lagi, ini bukan maksud saya menyinggung siapapun, hanya mengutarakan pandangan dan penilaian saya..dari persepsi dan sudut pandang saya.


Wednesday, July 11, 2012

Kesabaran, Tidak Ada Batasnya!

"Kesabaran manusia itu ada batasnya" atau "Sudah habis kesabaran Saya". Kata-kata itu sering dijadikan dalih oleh sebagian dari kita ketika sudah tidak mampu lagi menahan emosi. Tetapi entah kenapa hingga sekarang saya termasuk orang yang percaya bahwa sebenarnya, kesabaran itu tidak ada batasnya!

Semua itu dimulai dari diri kita, tergantung niat yang kita punya. Jika kita berkehendak untuk bisa lebih sabar dalam segala masalah, maka sesungguhnya kita akan mampu untuk lebih bersabar. Namun hal ini harus terlebih dahulu dilihat dari konteks dan situasinya, memang kita harus dapat mengontrol diri disaat sedang emosi atau sedang menghadapi segala macam cobaan yang datang. Sementara disisi lain, terkadang kita perlu bertindak dan melawan ketika melihat atau mendapat kecurangan atau perlakuan yang semena-mena.

Ada kalanya kita harus bertindak cepat, namun bagaimana caranya tindakan yang kita ambil itu harus tetap rasional dan bukan hanya tindakan emosional semata. Kesabaran tetaplah diperlukan di saat-saat tertentu, jangan sampai kita dinilai bodoh atau menyesal karena mengambil keputusan yang salah hanya karena ketidaksabaran.

Gue belajar psikologi, dari apa yang gue pahami dari apa perkataan sebagian dosen yang menjelaskan tentang betapa dahsyatnya otak dan pikiran kita dalam mengatur segala aktivitas tubuh, perilaku, dan sikap kita, sebenarnya kita bisa memerintahkan diri kita sendiri untuk bisa selalu bersabar. Jika kita sudah mengubah mindset dan berbicara berulang-ulang pada diri kita sendiri "saya bisa lebih sabar...lebih sabar...dan terus sabar" atau "saya bisa sabar, saya bisa tenang" alhasil kesabaran yang di inginkan tersebut akan tercermin dari kita sendiri. Disaat kita sudah merasa sudah tidak mampu menahan emosi, berpikirlah bahwa kita bisa lebih sabar lagi, bukan malah berpikir kesabaran kita akan benar-benar habis dan kita siap meledakkan emosi tersebut menjadi amarah yang tak terkendali.

Life is a choice. Begitu pula hidup yang ibarat roda berputar, Tuhan akan memberikan cobaan dan segala macam permasalahan lainnya kepada umatNya. Jika semua sudah menjadi ketetapan seperti itu, kembali lagi semua keputusan ada ditangan kita. Cara mana yang akan kita pilih dalam menghadapi setiap permasalahan, tetapi satu hal yang masih gue percaya sampai sekarang, jika kita mau, kesabaran itu tidak ada batasnya! Nggak ada salahnya kan untuk mencoba sesuatu yang lebih baik?