Kenapa mereka lebih menyukai senja, sementara fajar lebih
memberi ketenangan dan pengharapan?
Fajar. Hidup setiap manusia dimulai dari sini. Sunyinya menyentuh
kalbu di antara sujud-sujud khusyuk mereka yang mulai terjaga dari lelapnya. Tetesan
embun di dedaunan, nyanyian burung berkicau dan kokokan ayam jantan saling
bersautan membentuk sebuah harmonisasi pertanda harap para pejuang asa. Gurau-gurau
kecil di sudut meja makan memberi keriangan sebelum menapakkan langkah pertama
keluar pintu untuk mengawali hari. Sapaan sana sini kepada sekitar bagai
menambah dukungan kesiapan untuk menyambut misterinya hari. Saat inilah semua harapan
bisa dipenuhi. Gelap berganti sinar hangat sang mentari. Sunyi suasana berganti
hiruk pikuk penuh ambisi. Bintang dan bulan kembali ke peraduan. Jiwa-jiwa yang
hilang asanya kembali tergugah mewujdukan harapan. Semesta pun mendukung,
semangat bergejolak timbul dari dalam diri para pejuang mimpi.
Senja. Warna jingga kemerahan memberi kehangatan bagi jiwa
yang riuh rendah mengikuti geliatnya hari. Titik tenggelamnya surya jelas
kilaunya di ufuk barat cakrawala sana. Sosok-sosok perindu menikmati saatnya. Mereka
berbondong-bondong mencari spot terbaik untuk menyaksikan detik-detik pelepasan
itu. Bersama riak gulungan ombak atau tinggi tonggak pencakar langit. Seakan tak
rela sinarnya sirna menjadi temaram. Senja nan syahdu mampu
menentramkan raga-raga yang tlah berderu pelu memperjuangkan mimpinya sepanjang
hari. Mereka bergerak menuju tempat yang sama, tempat pengaduan keluh dan
pengahapus kesah. Tempat mereka mengawali pagi sebelumnya. Lembayung mega nan
romantis membuat sepasang insan penuh cinta berdiri dibawahnya, mengabadikannya,
dan mungkin pula mengikat janji dengan disaksikan cahayanya.
Fajar dan senja. Keduanya memiliki kesamaan, keduanya
merupakan waktu peralihan yang jika diresapi adalah waktu yang tepat untuk
merangkai segala mimpi dan merenungi pencapaiannya. Meski keduanya hadir setiap
hari, namun munculnya hanya sebentar. Sementara esok masih misteri, maka banyak
jiwa-jiwa yang hadir merindunya. Antara fajar dan senja, kau lebih suka mana?