Kemarin, seperti biasanya gue menghabiskan waktu malam dengan online di laptop, tanpa lupa gue buka Facebook dan agak sengaja gue juga membuka profil salah satu temen. Disitu gue ngeliat beberapa foto yang di-tag dari orang yg gue cukup tau dia siapa,di foto-foto itu ada beberapa orang yang gue kenal mukanya ataupun pribadinya. Dengan kata lain di foto-foto itu ada temen-temen gue, di sebuah acara yang kayaknya gue juga tau itu ada acara apa. Sementara itu di lain tempat gue menjadi sosok yang terlupakan,entah terlupakan atau di lupakan. Intinya melihat foto-foto itu jadi sempet bikin mempengaruhi suasana hati gue semalam.
Rasanya ya kecewa, kayak nggak dianggep, pokoknya sedikit nggak enak hati. Ah tapi mungkin gue emang yg suka berlebihan, oversensitif, kepedean, kalo positive thingkingnya ya mungkin aja dia lupa, bingung, atau emang nggak kepikiran gue kali ya. Tapi padahal selama ini temen gue yg satu itu sering gue bangga-banggakan loh, gue ceritain ke nyokap atau temen-temen gue yg lain.
Ngomongin masalah pertemanan, menurut gue yg paling penting dalam pertemanan adalah kenyamanan. Kalo gue nyaman berada dalam satu kelompok teman ya gue bakal ngerasa asik dan seneng maen sama mereka. Diperlakukan dengan baik dan dihargai jadi hal berikutnya yang penting dalam pertemanan. Alhamdulillah ya, selama ini gue juga punya cukup banyak temen main. Meskipun nggak semuanya deket dan mengenal gue dengan baik,tapi sekedar temen main ya itu rasanya cukup.
Gue lebih seneng menghabiskan waktu sama temen dengan ketawa dan bercanda tanpa ada salah satu yg gampang tersinggung. Gue menganggap penting arti pertemanan, karena mereka-mereka itulah orang yg terpenting kedua setelah keluarga. Gue mau punya temen-temen yg baik, maka dari itu gue juga selalu berusaha jadi temen yg baik buat mereka. Kadang gue pengen tau isi hati mereka, seberapa penting arti pertemanan buat mereka dan seberapa penting gue bagi mereka. Kadang gue berharap banyak terhadap mereka kadang pula gue kecewa karena terlalu berharap. Sebisa mungkin gue nggak akan lupa sama temen-temen gue karena sungguh tidak enak menjadi yang terlupakan. Hingga tanpa sengaja tersusunlah quote "Teman yang baik adalah teman yang tidak lupa dengan temannya sendiri".
Thursday, February 16, 2012
Wednesday, February 1, 2012
SESUATU
Kala asa melambung tinggi
Diri mendamba arti
Pengakuan terpatri
Hidup tak hanya sekedar hidup
Hidup ingin diri teraktualisasi
Bagai pepohonan rimbun yang meniupkan angin kesyahduan
Rintik hujan menyejukkan
Matahari menghangatkan
Menjadi pelita bagi jiwa yang redup
Mengulur tangan menjabat mereka dengan kasih
Terus menapaki setiap langkah menuju puncak tertinggi
Seketika tersadar, semua masih berada dalam keabu-abuan
Melayang.. mengawang-awang
Mengapung terbawa derasnya arus
Tapi tetap tak ingin menenggelamkan
Tak mengapa, aku tlah melukiskan mimpi-mimpiku
Di tengah kanvas beralaskan tingginya langit dan luasnya samudera
Menentang lelah dan mengharap Ia mengijabah
RANDOM
Hari ini suasana hati lagi nggak bisa di deskripsikan. Flat. Random. Biasa aja. Mendingan Gue mau cerita sekaligus komentar tentang beberapa hal ya...
Hmm.. pertama, yang Gue perhatiin nih karyawan atau pelayan di setiap restoran maupun tempat perbelanjaan gitu manggil pelanggan dan tamunya yang datang dengan panggilan 'kakak'. Gue sering banget dipanggil gitu, bagus sih, tapi kadang terasa annoying juga ya. ''Selamat Datang Kak'', ''Silahkan Kak", "Mau pesen apa Kak?'', "Ada yang bisa kami bantu Kak?". Mereka mengucapkan setiap kata itu dengan sedikit diayunkan dan dengan nada yang sama. Bayangin aja kalo setiap tempat begitu. Ada lagi, biasanya kalo Gue ke distro atau tempat belanja baju gitu, sering juga tuh penjaganya ngikutin terus kemana Gue pergi, justru kayak gitu Gue malah ngerasa nggak nyaman kalo pun Gue butuh bantuan kan Gue bisa panggil sendiri. Apalagi kalo dia udah ngambil salah satu barang, terus bilang, "Yang ini bagus Kak!" Bagus sih maksud dia ngasih saran, tapi kan, ya bagus menurut Lo, Menurut Gue? Anyway, mungkin itu namanya tuntutan pekerjaan dan kalo gitu mereka sudah mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Bentuk totalitas dan keprofesionalitasan mereka terhadap pekerjaannya.
Oh ya, Gue juga mau bahas tentang tragedi kecelakaan maut yang menghentakkan Jakarta, bahkan Indonesia. Kecelakaan yang terjadi di dekat Tugu Tani (22/01) itu menewaskan 9 orang dan 3 orang luka, mobil Xenia hitam yang dikendarai Afriyani Susanti itu kabarnya melaju dengan kecepatan kencang dan pada akhirnya menabarak pejalan kaki di trotar dekat Kemendag. Setelah pemeriksaan, si pelaku ini terbukti positif menggunakan narkoba. Mengerikan. Keluarga korban, bahkan banyak masyarakat jelas sedih pasti terhadap kejadian ini. Jelas si pelaku harus bertanggung jawab ya, tapi pernah nggak coba berpikir dari sudut pandang si pelaku? Gimana rasanya dapet banyak kemarahan orang, hinaan, caci maki, dan kebencian? Apalagi hal-hal tersebut juga harus diterima oleh keluarga, padahal keluarga kan bukan penanggung jawab utama, mereka hanya orang-orang yang harus menanggung dampaknya. Rasa bersalah dan terpojok pasti mereka rasakan. Tapi, hukum harus tetap berjalan dan harus diputuskan secara adil. Buat keluarga korban, Gue cuma mau bilang, seberapa besar bantuan secara materiil yang didapatkan, toh itu juga nggak akan buat anggota keluarga kalian yang pergi jadi bisa kembali lagi. Walaupun Gue tau bantuan materi itu penting buat kalian. Yah, semoga saja masalah cepat terselesaikan dan keluarga dari kedua belah pihak diberikan ketabahan.
Gue jadi inget, beberapa hari lalu Gue dan teman-teman pergi karaoke di tempat karaoke yang punyanya artis dangdut itu loh. Tadinya sih nggak ada rencana karaoke, tapi akhirnya kita pergi juga. Waktu itu lumayan rame karena hari itu hari sabtu, jadi kita juga lumayan nunggu cukup lama. Setelah hampir 1 jam akhirnya kita masuk juga, 2 jam kita bersenandung dan bernyanyi tanpa peduli nada lagunya. Waktu masih ada 5 menit, tapi udah diberhentiin abis itu mas-masnya dateng ngasih bill. Apa yang terjadi? kita shock melihat bill itu! Tarif perjamnya yang udah bisa kita hitung-hitung itu ternyata jauh dari perkiraan setelah tarif normal ditambah pajak yang sampai 20%, plus fee 10% buat servis karena sempet tuh tombol kepencet jadi karyawannya dateng dua kali. Seru sih ya karaoke rame-rame bisa have fun bareng, tapi tetep kepikiran aja karena gara-gara itu isi dompet gue jadi terkuras hingga hanya menyisakan sedikit airnya saja. Hiks. Pertanyaanya, pajak yang sampai 20% cuma untuk di tempat itu saja atau di semua tempat karaoke juga seperti itu?
Hari ini tanggal 1 Februari, nggak terasa udah masuk bulan kedua di tahun 2012. Bulan februari mengingatkan Saya tentang suatu hal....... hah! tapi jangan dibahas lebih lanjut lagi tentang ini. Mending lanjutin bikin sesuatu-nya, okay next post ada sesuatu dari hasil buatan Gue sendiri.
Hmm.. pertama, yang Gue perhatiin nih karyawan atau pelayan di setiap restoran maupun tempat perbelanjaan gitu manggil pelanggan dan tamunya yang datang dengan panggilan 'kakak'. Gue sering banget dipanggil gitu, bagus sih, tapi kadang terasa annoying juga ya. ''Selamat Datang Kak'', ''Silahkan Kak", "Mau pesen apa Kak?'', "Ada yang bisa kami bantu Kak?". Mereka mengucapkan setiap kata itu dengan sedikit diayunkan dan dengan nada yang sama. Bayangin aja kalo setiap tempat begitu. Ada lagi, biasanya kalo Gue ke distro atau tempat belanja baju gitu, sering juga tuh penjaganya ngikutin terus kemana Gue pergi, justru kayak gitu Gue malah ngerasa nggak nyaman kalo pun Gue butuh bantuan kan Gue bisa panggil sendiri. Apalagi kalo dia udah ngambil salah satu barang, terus bilang, "Yang ini bagus Kak!" Bagus sih maksud dia ngasih saran, tapi kan, ya bagus menurut Lo, Menurut Gue? Anyway, mungkin itu namanya tuntutan pekerjaan dan kalo gitu mereka sudah mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Bentuk totalitas dan keprofesionalitasan mereka terhadap pekerjaannya.
Oh ya, Gue juga mau bahas tentang tragedi kecelakaan maut yang menghentakkan Jakarta, bahkan Indonesia. Kecelakaan yang terjadi di dekat Tugu Tani (22/01) itu menewaskan 9 orang dan 3 orang luka, mobil Xenia hitam yang dikendarai Afriyani Susanti itu kabarnya melaju dengan kecepatan kencang dan pada akhirnya menabarak pejalan kaki di trotar dekat Kemendag. Setelah pemeriksaan, si pelaku ini terbukti positif menggunakan narkoba. Mengerikan. Keluarga korban, bahkan banyak masyarakat jelas sedih pasti terhadap kejadian ini. Jelas si pelaku harus bertanggung jawab ya, tapi pernah nggak coba berpikir dari sudut pandang si pelaku? Gimana rasanya dapet banyak kemarahan orang, hinaan, caci maki, dan kebencian? Apalagi hal-hal tersebut juga harus diterima oleh keluarga, padahal keluarga kan bukan penanggung jawab utama, mereka hanya orang-orang yang harus menanggung dampaknya. Rasa bersalah dan terpojok pasti mereka rasakan. Tapi, hukum harus tetap berjalan dan harus diputuskan secara adil. Buat keluarga korban, Gue cuma mau bilang, seberapa besar bantuan secara materiil yang didapatkan, toh itu juga nggak akan buat anggota keluarga kalian yang pergi jadi bisa kembali lagi. Walaupun Gue tau bantuan materi itu penting buat kalian. Yah, semoga saja masalah cepat terselesaikan dan keluarga dari kedua belah pihak diberikan ketabahan.
Gue jadi inget, beberapa hari lalu Gue dan teman-teman pergi karaoke di tempat karaoke yang punyanya artis dangdut itu loh. Tadinya sih nggak ada rencana karaoke, tapi akhirnya kita pergi juga. Waktu itu lumayan rame karena hari itu hari sabtu, jadi kita juga lumayan nunggu cukup lama. Setelah hampir 1 jam akhirnya kita masuk juga, 2 jam kita bersenandung dan bernyanyi tanpa peduli nada lagunya. Waktu masih ada 5 menit, tapi udah diberhentiin abis itu mas-masnya dateng ngasih bill. Apa yang terjadi? kita shock melihat bill itu! Tarif perjamnya yang udah bisa kita hitung-hitung itu ternyata jauh dari perkiraan setelah tarif normal ditambah pajak yang sampai 20%, plus fee 10% buat servis karena sempet tuh tombol kepencet jadi karyawannya dateng dua kali. Seru sih ya karaoke rame-rame bisa have fun bareng, tapi tetep kepikiran aja karena gara-gara itu isi dompet gue jadi terkuras hingga hanya menyisakan sedikit airnya saja. Hiks. Pertanyaanya, pajak yang sampai 20% cuma untuk di tempat itu saja atau di semua tempat karaoke juga seperti itu?
Hari ini tanggal 1 Februari, nggak terasa udah masuk bulan kedua di tahun 2012. Bulan februari mengingatkan Saya tentang suatu hal....... hah! tapi jangan dibahas lebih lanjut lagi tentang ini. Mending lanjutin bikin sesuatu-nya, okay next post ada sesuatu dari hasil buatan Gue sendiri.
Subscribe to:
Comments (Atom)
