Bagaimana kabar mimpi? Masihkah terus dikejar dan diperjuangkan? Di saat sejumlah
pikiran lain meradang mengacau, masihkah tergantung lima sentimeter di depan
kening? Di era serba instan dan cepat ini, masihkah terus gigih diusahakan? Dan di
saat kegagalan menggoyahkan, masihkah mereka menjadi alasan untuk kembali
bangkit dan tegap berjalan?
Bagaimana kabar cinta? Masihkah ia terus dicari? Di saat
kadang harapannya membuat sakit, masihkah ia disebut dalam setiap doa? Di saat
yang lain menertawakan, masihkah diri ini sabar untuk menunggunya? Atau di saat
kesempatan dan pilihan ada, masihkah ia tetap dinomorduakan?
Lalu, bagaimana kabar diri ini? Masihkah ada semangat yang
sama, yang menggebu setiap harinya? Masihkah ada harapan dan keyakinan setiap
jamnya? Masihkah ada senyuman dan hati yang jernih setiap menitnya? Dan masihkah
diri ini bersyukur atas nikmat dan karunia di setiap detik yang diberikan
oleh-Nya?