Saturday, February 1, 2014

Surat terbuka ini saya tujukan bagi Anda...

Untuk Anda yang mengaku lebih paham mengenai urusan hati, salut saya apada awalnya ketika Anda dengan besar hati mengungkapakan dan ingin mengorbankan perasaan yang Anda miliki. Tapi seiring bergulirnya waktu, secepat itu pula Anda mengubah pikiran serta kata-kata heroik yang pernah Anda ucapkan mulai tak senada dengan kenyataan yang Anda lakukan. Mungkin Anda lupa kalau cinta tumbuh karena biasa, ada proses pendekatan namanya saat sepasang insan memulai hubungan. Pada saat inilah dua individu yang tak saling kenal menjadi kenal dan mengubah rasa yang tadinya tak ada menjadi ada. Entah Anda lupa atau saking pahamnya Anda, hingga tanpa lagi menghiraukan proses tersebut keinginan Anda akan dengan mudah terwujud. Yang terpenting bagi Anda mungkin mengungkapkan. Hingga tak peduli berapa kali Anda mengungkapkan. Dan tak peduli perasaan siapa yang anda main-mainkan.

Untuk Anda yang mengaku lebih paham mengenai urusan hati hingga meminta percayakan semuanya pada Anda, pasti Anda sudahlah sangat teramat paham kalau kepercayaan itu mahal harganya, kan? Tetapi mungkin bagi Anda yang sudah lebih paham, mudah saja untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Begitu mudahnya hingga sering kali Anda berujar pada suatu waktu dan beberapa saat kemudian Anda sendiri yang melanggarnya.

Untuk Anda yang mengaku lebih paham mengenai urusan hati, maaf jika saya memilih diam dan mendiamkan. Inilah keputusan yang saya ambil saat kata-kata sudah banyak dikeluarkan dan tak menyelesaikan. Bagi Anda kata “Tidak” saja tidak cukup, penjelasan panjang lebar pun masih kurang untuk menghadapi kenyataan yang ada. Saya sebenarnya hanya lelah. Lelah karena harus terus-menerus dan berulang-ulang membahas hal yang sama, yang sudah sama-sama saling tahu jawabannya. Lelah telah memberikan kepercayaan kepada Anda yang menganggap enteng janji-janji dan perkataan yang diucapkan. Ya, tapi Anda melakukan semua itu kan karena memang sudah lebih paham mengenai urusan hati, jadi saya mungkin harus mafhum adanya.

Tetapi sedalam apapun Anda paham mengenai urusan hati, sudah hukum alam jika setiap hal yang kita lakukan memiliki konsekuensi yang mengiringinya. Dan dengan rendah hati jika boleh saya mengingatkan, tak akan baik jikalah kita memaksakan sesuatu dan bahwa kepercayaan yang diberikan orang lain tak semudah yang anda pikirkan. Semua bisa berdalih kita hanyalah manusia, tetapi yang jelas seseorang baru bisa dikatakan belajar jika adanya perubahan perilaku yang terlihat didirinya. Dan sekarang saya hanya mengharapkan yang terbaik bagi Anda, yang mengaku lebih paham mengenai urusan hati.

No comments:

Post a Comment