Surat terbuka ini saya tujukan bagi Anda...
Untuk Anda yang mengaku lebih paham mengenai urusan hati, salut
saya apada awalnya ketika Anda dengan besar hati mengungkapakan dan ingin
mengorbankan perasaan yang Anda miliki. Tapi seiring bergulirnya waktu, secepat
itu pula Anda mengubah pikiran serta kata-kata heroik yang pernah Anda ucapkan
mulai tak senada dengan kenyataan yang Anda lakukan. Mungkin Anda lupa kalau
cinta tumbuh karena biasa, ada proses pendekatan namanya saat sepasang insan
memulai hubungan. Pada saat inilah dua individu yang tak saling kenal menjadi
kenal dan mengubah rasa yang tadinya tak ada menjadi ada. Entah Anda lupa atau saking
pahamnya Anda, hingga tanpa lagi menghiraukan proses tersebut keinginan Anda
akan dengan mudah terwujud. Yang terpenting bagi Anda mungkin mengungkapkan.
Hingga tak peduli berapa kali Anda mengungkapkan. Dan tak peduli perasaan siapa
yang anda main-mainkan.
Untuk Anda yang mengaku lebih paham mengenai urusan hati hingga
meminta percayakan semuanya pada Anda, pasti Anda sudahlah sangat teramat paham
kalau kepercayaan itu mahal harganya, kan? Tetapi mungkin bagi Anda yang sudah
lebih paham, mudah saja untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Begitu mudahnya
hingga sering kali Anda berujar pada suatu waktu dan beberapa saat kemudian
Anda sendiri yang melanggarnya.
Untuk Anda yang mengaku lebih paham mengenai urusan hati, maaf jika
saya memilih diam dan mendiamkan. Inilah keputusan yang saya ambil saat
kata-kata sudah banyak dikeluarkan dan tak menyelesaikan. Bagi Anda kata
“Tidak” saja tidak cukup, penjelasan panjang lebar pun masih kurang untuk
menghadapi kenyataan yang ada. Saya sebenarnya hanya lelah. Lelah karena harus
terus-menerus dan berulang-ulang membahas hal yang sama, yang sudah sama-sama
saling tahu jawabannya. Lelah telah memberikan kepercayaan kepada Anda yang
menganggap enteng janji-janji dan perkataan yang diucapkan. Ya, tapi Anda
melakukan semua itu kan karena memang sudah lebih paham mengenai urusan hati,
jadi saya mungkin harus mafhum adanya.
Tetapi sedalam apapun Anda paham mengenai urusan hati, sudah hukum
alam jika setiap hal yang kita lakukan memiliki konsekuensi yang mengiringinya.
Dan dengan rendah hati jika boleh saya mengingatkan, tak akan baik jikalah kita
memaksakan sesuatu dan bahwa kepercayaan yang diberikan orang lain tak semudah
yang anda pikirkan. Semua bisa berdalih kita hanyalah manusia, tetapi yang jelas
seseorang baru bisa dikatakan belajar jika adanya perubahan perilaku yang
terlihat didirinya. Dan sekarang saya hanya mengharapkan yang terbaik bagi
Anda, yang mengaku lebih paham mengenai urusan hati.
No comments:
Post a Comment