Saturday, March 8, 2014

Jam Dinding

Bulat tiga ratus enam puluh derajat
Tergantung menempel di dinding bercat
Pukul dua belas tepat
Dalam ruangan hening hikmat

Jam dinding
Yang menunjuk dan mengingatkan
Meski hidupnya perlu bantuan

Bergerak meski tak akan pernah mampu berlari
Maka detik berikutnya adalah misteri
Berputar meski tak akan pernah mundur ke belakang
Maka menit yang tlah lalu hanyalah untuk dikenang

Puja puji kepada Ia yang menggerakkan
Milyaran denting jarumnya menunjukkan waktu
yang akan terus berputar
Waktu dimana aku berdiri hingga kini
Mengenang menit yang tlah lalu
Dan bertanya akan detik berikutnya

No comments:

Post a Comment