Sunday, November 16, 2014

Mimpi, Cinta, dan Diri

Bagaimana kabar mimpi? Masihkah  terus dikejar dan diperjuangkan? Di saat sejumlah pikiran lain meradang mengacau, masihkah tergantung lima sentimeter di depan kening? Di era serba instan dan cepat ini, masihkah terus gigih diusahakan? Dan di saat kegagalan menggoyahkan, masihkah mereka menjadi alasan untuk kembali bangkit dan tegap berjalan?

Bagaimana kabar cinta? Masihkah ia terus dicari? Di saat kadang harapannya membuat sakit, masihkah ia disebut dalam setiap doa? Di saat yang lain menertawakan, masihkah diri ini sabar untuk menunggunya? Atau di saat kesempatan dan pilihan ada, masihkah ia tetap dinomorduakan?


Lalu, bagaimana kabar diri ini? Masihkah ada semangat yang sama, yang menggebu setiap harinya? Masihkah ada harapan dan keyakinan setiap jamnya? Masihkah ada senyuman dan hati yang jernih setiap menitnya? Dan masihkah diri ini bersyukur atas nikmat dan karunia di setiap detik yang diberikan oleh-Nya?

No comments:

Post a Comment