Wednesday, February 1, 2012

RANDOM

Hari ini suasana hati lagi nggak bisa di deskripsikan. Flat. Random. Biasa aja. Mendingan Gue mau cerita sekaligus komentar tentang beberapa hal ya...

Hmm.. pertama, yang Gue perhatiin nih karyawan atau pelayan di setiap restoran maupun tempat perbelanjaan gitu manggil pelanggan dan tamunya yang datang dengan panggilan 'kakak'. Gue sering banget dipanggil gitu, bagus sih, tapi kadang terasa annoying juga ya. ''Selamat Datang Kak'', ''Silahkan Kak", "Mau pesen apa Kak?'', "Ada yang bisa kami bantu Kak?". Mereka mengucapkan setiap kata itu dengan sedikit diayunkan dan dengan nada yang sama. Bayangin aja kalo setiap tempat begitu. Ada lagi, biasanya kalo Gue ke distro atau tempat belanja baju gitu, sering juga tuh penjaganya ngikutin terus kemana Gue pergi, justru kayak gitu Gue malah ngerasa nggak nyaman kalo pun Gue butuh bantuan kan Gue bisa panggil sendiri. Apalagi kalo dia udah ngambil salah satu barang, terus bilang, "Yang ini bagus Kak!" Bagus sih maksud dia ngasih saran, tapi kan, ya bagus menurut Lo, Menurut Gue? Anyway, mungkin itu namanya tuntutan pekerjaan dan kalo gitu mereka sudah mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Bentuk totalitas dan keprofesionalitasan mereka terhadap pekerjaannya.

Oh ya, Gue juga mau bahas tentang  tragedi kecelakaan maut yang menghentakkan Jakarta, bahkan Indonesia. Kecelakaan yang terjadi di dekat Tugu Tani (22/01) itu menewaskan 9 orang dan 3 orang luka, mobil Xenia hitam yang dikendarai Afriyani Susanti itu kabarnya melaju dengan kecepatan kencang dan pada akhirnya menabarak pejalan kaki di trotar dekat Kemendag. Setelah pemeriksaan, si pelaku ini terbukti positif menggunakan narkoba. Mengerikan. Keluarga korban, bahkan banyak masyarakat jelas sedih pasti terhadap kejadian ini. Jelas si pelaku harus bertanggung jawab ya, tapi pernah nggak coba berpikir dari sudut pandang si pelaku? Gimana rasanya dapet banyak kemarahan orang, hinaan, caci maki, dan kebencian? Apalagi hal-hal tersebut juga harus diterima oleh keluarga, padahal keluarga kan bukan penanggung jawab utama, mereka hanya orang-orang yang harus menanggung dampaknya. Rasa bersalah dan terpojok pasti mereka rasakan. Tapi, hukum harus tetap berjalan dan harus diputuskan secara adil. Buat keluarga korban, Gue cuma mau bilang, seberapa besar bantuan secara materiil yang didapatkan, toh itu juga nggak akan buat anggota keluarga kalian yang pergi jadi bisa kembali lagi. Walaupun Gue tau bantuan materi itu penting buat kalian. Yah, semoga saja masalah cepat terselesaikan dan keluarga dari kedua belah pihak diberikan ketabahan.

Gue jadi inget, beberapa hari lalu Gue dan teman-teman pergi karaoke di tempat karaoke yang punyanya artis dangdut itu loh. Tadinya sih nggak ada rencana karaoke, tapi akhirnya kita pergi juga. Waktu itu lumayan rame karena hari itu hari sabtu, jadi kita juga lumayan nunggu cukup lama. Setelah hampir 1 jam akhirnya kita masuk juga, 2 jam kita bersenandung dan bernyanyi tanpa peduli nada lagunya. Waktu masih ada 5 menit,  tapi udah diberhentiin abis itu mas-masnya dateng ngasih bill. Apa yang terjadi? kita shock melihat bill itu! Tarif perjamnya yang udah bisa kita hitung-hitung itu ternyata jauh dari perkiraan setelah tarif normal ditambah pajak yang sampai 20%, plus fee 10% buat servis karena sempet tuh tombol kepencet jadi karyawannya dateng dua kali. Seru sih ya karaoke rame-rame bisa have fun bareng, tapi tetep kepikiran aja karena gara-gara itu isi dompet gue jadi terkuras hingga hanya menyisakan sedikit airnya saja. Hiks. Pertanyaanya, pajak yang sampai 20% cuma untuk di tempat itu saja atau di semua tempat karaoke juga seperti itu?

Hari ini tanggal 1 Februari, nggak terasa udah masuk bulan kedua di tahun 2012. Bulan februari mengingatkan Saya tentang suatu hal....... hah! tapi  jangan dibahas lebih lanjut lagi tentang ini. Mending lanjutin bikin sesuatu-nya, okay next post ada sesuatu dari hasil buatan Gue sendiri.

No comments:

Post a Comment