Bicara soal musik, gue adalah salah satu dari sekian banyak
penikmat musik didunia ini. Meskipun nggak bisa memainkan alat musik atau pun
menyanyikan sebuah lagu dengan baik dengan benar, tapi buat gue musik ibarat
lagu pengiring di setiap adegan-adegan kejadian di kehidupan dari skenario
buatan sutradara terbaik sepanjang masa... siapa lagi kalo bukan Tuhan.
Di mulai dari masa kecil, gue seneng nyanyiin lagu anak-anak karya
A.T Mahmud, Ibu Kasur, atau Ibu Soed. Dari sekian banyak lagu anak-anak gue
paling suka Ambilkan Bulan-nya A.T Mahmud yang punya nilai kenangan
tersendiri. Lewat usia balita, gue masih dengerin lagu anak-anak dari kaset
Trio Kwek-Kwek, Chikita Meidy, Joshua sampe Sherina yang dibeliin bokap nyokap.
Beruntung waktu gue kecil masih ngehits tuh lagu anak-anak, nggak kayak
sekarang anak masih kecil dengerinnya lagu dewasa cinta-cintaan. Di akhir masa
SD, mulai agak sok sedikit dengerin lagu grup band yang mulai hits di masa itu.
Sheila On 7, Padi, Dewa 19 sampe band yang udah vacum nggak jelas nasibnya
sekarang kayak Base Jam, Wayang, bahkan Jamrud. Lagu-lagunya yang ngehits
seperti Sephia, Kasih Tak Sampai, Angin, Bukan Pujangga atau Waktuku Mandi.
Naik ke masa-masa SMP, era grup band masih ngetrend dikala itu. Di
masa SMP inilah khasanah perbendaharaan musik gue bertambah banyak, ngederin
musik dari berbagai genre dari penyanyi-penyanyi dalam dan luar negeri. SMA
nggak jauh beda dari SMP, tapi mungkin di masa inilah gue mulai stick sama
genre musik dan penyanyi tertentu.
Sebenernya sih gue suka berbagai jenis musik, tapi lebih cenderung
suka ke pop dan jazz yang sesuai sama selera dan kepribadian sendiri. Nggak mau
ikut-ikut gaya-gayaan dengerin musik hardrock, heavy metal atau death metal
kayak anak gaul zaman sekarang. Gue juga lebih cenderung suka sama lagunya,
bukan penyanyinya, Kangen Band sekalipun kalo emang lagunya enak menurut gue ya
gue bakal suka. Tapi ada beberapa penyanyi atau band seperti Maliq
d’Essentials, Sheila On 7, Bruno Mars, Maroon 5, Katy Perry, dan Adele yang
hampir seluruh lagu-lagunya bikin gue takjub ngedengernya. Ya ini kan cuma
masalah selera, suka atau nggak suka, ngefans atau nggak ngefans.
Banyak orang suka sama satu lagu karena emang lagu itu cocok sama
suasana hati atau apa yang dia lagi rasain. Begitu pun gue. Seperti alunan
jazzy Terdiam-nya Maliq d ‘Essentials yang cozzy itu cocok sama gue yang
mulai ngelirik-lirik pengen kenalan tapi nggak berani sama cewek waktu kelas 1
SMP. That’s What Friends Are For, You’ve Got A Friend bahkan Kepompong-nya
Sindentosca, iringan lagunya ngingetin gue sama temen-temen. Lagu gue waktu
falling in love juga ada.. hehe.. Sampai Kapan-Maliq d’Essentials dan Friday
I’m In Love-The Cure dua diantara lagu-lagu asmara yang bikin gue
berbunga-bunga. Waktu galau akibat putus cinta juga banyak, apalagi lagu-lagu
Indonesia, tapi yang paling bikin mengiris hati adalah lagu-lagunya Secondhand
Serenade yang jadi tolak ukur tingkat kegalauan. Dulu bisa banget kebawa
suasana akibat lagu-lagu itu, tapi sekarang dengerinnya aja udah nggak enak.
Lagu disaat down atau lagu yang bikin semangat juga banyak,
misalnya Today My Life Begins-Bruno Mars, I Have A Dream-Westlife,
atau Ku Yakin Sampai Disana ciptaan Presiden SBY yang dinyanyiin Rio
Febrian. Rata-rata sih lagu yang bertempo cepat. Tapi Laskar Pelangi
dari Nidji juga punya kenangan tertentu. Yang ngingetin keisengan gue juga ada,
waktu kelas 2 SMA, gue sama seorang temen, iseng bluetooth diem-diem
lagu dangdut yang judulnya Bete dari MMG(Manis Manja Group) ke semua hp
temen sekelas. Alhasil, besoknya mereka semua kaget karena tiba-tiba ada satu
lagu aneh di playlist musik hp mereka..hahaha.. Gara-gara itu gue jadi
diidentikkan suka sama musik dangdut sampe pas nyokap ngambil raport, wali
kelas gue pernah nanya, “Bu, emang Angga kalo di rumah suka sama dangdut?”.
Padahal sih bener suka.... eh nggak lah.. hahaha.. Sebuah lagu emang bisa jadi
alat untuk me-retrieve memori-memori yang ada di ingatan seseorang.
Sementara itu, waktu gue masih kecil, bokap sering nyetel
kaset-kaset koleksinya di radio yang akhirnya sekaramg gue jadi tau dan hafal
beberapa lagu-lagu lawas itu. Mulai dari The Beattles, Deep Purple, Scorpion
sampe Koes Plus atau Panbers. Mulai dari I Wanna Hold Your Hand, Right Here
Waiting, Endless Love sampe Gereja Tua.
Musik, sama halnya warna di dunia, bayangkann kalo dunia ini tanpa musik gimana jadinya? Musik juga bisa mempengaruhi suasana hati, pemikiran, atau kepribadian seseorang bahkan bisa merubah kondisi suatu bangsa. Alunan nada-nada dan irama indah serta lirik-lirik yang menyentuh hasil karya para penciptanya. Anugerah Tuhan yang patut disyukuri, bisa kita dengar dan nikmati, karena sebagian dari kita tak pernah mampu mengenali bagaimana harmoni nada-nada dari setiap alunan musik di dunia.
No comments:
Post a Comment